Posts

Makan Durian di Mae Sai

Yap, hari ini aku makan durian di Mae Sai. Mae Sai bukan penghasil durian. Berdasarkan hasil googling, katanya ada bus dari Mae Sai menuju Golden Triangle. Jadi kesanalah aku pergi pagi ini. Sesampainya disana ternyata tidak ada bus menuju Golden Triangle, adanya dari kota Mae Chan. Fiuhhh, sudah jauh-jauh malah gagal lagi. Lalu aku iseng aja ingin lihat perbatasan Myanmar dan Thailand, tapi setelah dijalani perbatasanya terlalu jauh. Akhirnya aku kembali ke terminal. Di pinggir jalan, tadi aku lihat beberapa tukang jual durian. Mae Sai adalah kota yang kecil, tadi aku udah jalan jauh tapi gak nemu mall. Sudah jauh-jauh datang ke kota ini, akhirnya aku memutuskan makan durian saja. Duriannya enak, gak terlalu manis, bijinya kecil dan dagingnya buanyak. Aku cuma beli sedikit, takut gak habis. Setelah kembali ke terminal, aku merenung. Ke Mae Chan atau kembali ke Chiang Rai. Akhirnya aku memutuskan kembali ke Chiang Rai. Aku ingin sekali lagi menikmati kota Chiang Rai sebe...

Golden Triangle Gak Jadi, Pizza Gak Enak, Thai Massage Biasa Aja

Dari judulnya sudah menggambarkan apa yang terjadi hari ini. Tadi pagi, hmm lebih tepatnya tadi siang aku pergi ke Chiang Saen. Sesampainya disana, aku jalan-jalan di pasar dulu lalu cari makan. Setelah kenyang, aku nyari kendaraan menuju Golden Triangle. Di internet ditulis ada songthaew biru seharga 20 Bath. Di sekitar pasar aku tidak menemukan songthaew warna apapun. Aku nanya tuktuk harganya 150 (mahal sekali). Ketika aku tawar 20, mereka bilang minibus. Aku gak menemukan entah itu minibus atau songthaew biru, akhirnya aku hanya duduk saja di sebuah halte. Waktu sudah menunjukkan jam 2 dan perjalanan kembali ke Chiang Rai memakan waktu minimal 2 jam. Ketika aku melihat ada bus menuju Chiang Rai, saat itu juga aku pun memutuskan untuk kembali ke Chiang Rai saja. Kemarin aku melihat ada restoran Italia di Chiang Rai dan hari ini aku ingin sekali mencobanya. Dan ternyata tutup saudara-saudara. Ya sudahlah, nyari makan ke tempat lain saja. Lalu aku menemukan restoran Italia lainnya...

Perjalanan Dari Chiang Rai Ke White Temple

Hari ini hari ke-2 ku di Chiang Rai. Pagi ini rencananya aku cuma mau keliling Chiang Rai, tapi aku ingin memastikan dulu apakah ada bus menuju Huay Xai (Laos). Jadi, setelah sarapan dan mandi, aku pergi ke terminal. Aman, dari terminal 1 ada beberapa bus menuju Chiang Khong atau Huay Xai yang berangkat tiap jam dimulai dari jam 6. Namanya orang gak punya rencana yang jelas, ketika aku melihat bus menuju White Temple dan Chiang Saen, aku harus memutuskan aku mau kemana dulu. Akhirnya aku memilih White Temple. Pada papan di terminal ditulis 20 Bath, jadi ketika keneknya minta ongkos aku kasih lembaran 20 Bath. Keneknya entah ngomong apa dan dia tidak memberikan kembalian, jadi kupikir ongkosnya memang segitu. Sampailah di White Temple. Sang sopir ngomong dalam bahasa Thai yang mungkin  kira-kira seperti ini artinya, "Neng mau ke White Temple kan? Itu White Temple-nya." Lalu aku pun turun. White Temple ada mungkin satu-satunya wat yang berwarna putih dari sekian juta wat ...

Halo Yerusalem, Impian Terpendam Yang Jadi Kenyataan

Image
Panorama Kota Tua Yerusalem dari Bukit Zaitun Puluhan tahun, cuma baca di Alkitab, buku, dan berita-berita. Selama ini cuma bisa lihat di TV atau video dokumenter. Akhirnya disinilah saya berada. Di kota Yerusalem. Yuuuuhuuuu!!! Zaman dulu, kota Yerusalem merujuk pada Kota Tua, sementara Yerusalem yang sekarang adalah kota yang sudah diperluas. Pada tahun 1538, Sultan Suleiman (Ottoman alias Turki Utsmaniyah) membangun tembok mengelilingi Kota Tua dengan 8 pintu gerbang, antara lain: Jaffa Gate Zion Gate Dung Gate Golden Gate Lion Gate Herod's Gate Damascus Gate New Gate Kota Tua Yerusalem dibagi menjadi 4 bagian: Jewish Quarter Muslim Quarter Christian Quarter Armenian Quarter Jadi, bagi yang belum tahu, tembok yang tinggi itu bukan dibangun oleh Israel sebagai pembatas daerah kekuasaan, melainkan dibangun oleh Sultan Ottoman Turki yang kemungkinan besar sebagai tembok kota pada zaman dulu. Saya sudah tidak sabar ingin masuk ke dalam Kota Tua dan mel...

Napak Tilas Kisah Musa Di Puncak Gunung Sinai

Image
Foto di atas diambil sekitar pukul 5 dini hari, beberapa saat setelah kami turun dari puncak gunung Sinai. Para peziarah biasanya datang kesini untuk berdoa. Di puncak bisa ditemukan sinagoge, gereja, masjid. Nah, tinggal pilih saja mau berdoa dimana. Atau bisa seperti teman saya, di masjid dia berdoa, di gereja dia juga berdoa. Kami datang kesini pada akhir tahun dan disini sedang musim dingin. Kami beruntung, walaupun musim tapi tidak bersalju. Kalau lagi bersalju, entah seberapa dinginnya di puncak. Memang benar, kalau ingin mendaki puncak Gunung Sinai, kita harus memiliki stamina yang sehat dan kuat. Salah seorang teman saya pada akhirnya harus menyewa jasa seorang kakek Bedouin (tapi kuat juga loh) untuk memapahnya sampai ke puncak. Dari kaki gunung sampai pos perhentian sebelum puncak, kami menyewa unta sebesar 30 USD. Tapi turunnya kami memilih jalan kaki. Menurut pemandu kami, seorang kakek Arab Badui (Bedouin) kira-kira seperti di fotolah posisi Musa ketika berdoa. ...

#29. Melanjutkan kuliah - done

Image
Tanggal 7 Januari 2013 menjadi sebuah tanggal sejarah buatku. Ya, tanggal tersebut adalah tanggal ulang tahunku. Dan di tanggal yang sama Universitas Indonesia mengumumkan hasil SIMAK (seleksi masuk) di website penerimaan.ui.ac.id . Aku sudah tidak sabar untuk melihat hasil SIMAK. Ketika aku bangun tidur, aku langsung menyambar handphone ku, lalu buka browser . Masih melihat tulisan 'Selamat', aku langsung melompat-lompat kegirangan. Tiba-tiba aku berhenti dan kembali melihat browser handphone ku untuk memastikan bahwa aku benar-benar lulus seleksi dan bukannya 'Selamat, silahkan mencoba lagi di semester berikutnya.' Hasil SIMAK UI Ketika aku membaca lagi tulisan 'Selamat, Anda diterima sebagai calon mahasiswa baru Universitas Indonesia', yang pertama kali terucap dari bibirku adalah "Terima kasih Tuhan". Senang, senang sekali rasanya satu lagi impianku jadi kenyataan. Kembali ke bangku kuliah ada di daftar 30 hal yang ingin kulakukan sebelum u...

#26. Pesona Karimunjawa - done

Image
Sudah lama sekali aku ingin ke Karimunjawa. Melihat foto-foto Karimunjawa di internet benar-benar bikin mupeng, belum lagi cerita teman-teman yang sudah pergi kesana. Aku pun memasukkan Karimunjawa ke daftar tempat yang harus aku datangi dalam rangkaian perjalanan keliling Indonesiaku. Karimunjawa merupakan gugusan pulau-pulau. Ketika menulis posting ini, sebelumnya aku melihat foto-foto selama di Karimunjawa untuk flashback . Aku benar-benar kangen kesana lagi. Benar-benar 5 hari yang sangat menyenangkan disana. Teman-teman dari Cirebon Aku ikut trip ke pulau-pulau selama dua hari. Snorkeling , snorkeling . Walaupun tidak jadi diving , aku cukup puas hanya dengan snorkeling . Memang bukan terumbu karang terbaik, tapi cukuplah untuk sekedar snorkeling . Selama disana aku tidak melihat ikan atau binatang laut yang membuatku berdecak kagum. Aku hanya melihat ikan-ikan yang sudah sering aku lihat. Ikan badut alias clown fishes alias Nemo Di hari terakhirku, anak pemilik h...