Posts

Showing posts from December, 2012

16> Pulang (selesai)

Image
Sesampainya di Bandara Internasional Husein Sastranegara, aku langsung menghubungi temanku, Siska, mengabarinya bahwa aku sudah tiba di Bandung. Beberapa minggu lalu, ketika aku sedang mengecek tiket murah untuk liburanku ini, aku lihat tiket Denpasar - Bandung cukup murah. Tiba-tiba aku teringat teman lamaku yang sekarang tinggal di Bandung. Kami sudah lama sekali tidak ketemu. Lalu aku memutuskan setelah berlibur di Bali aku ingin mengunjunginya. Tapi ternyata tiba-tiba dia dapat tugas ke luar kota. Waduh, padahal tiket sudah dibeli. Lalu aku menghubungi temanku yang lain, Siska, apakah aku bisa menginap di rumahnya. Dan dia menerimaku dengan tangan terbuka. Syukurlah, walaupun terlalu mendadak. Siska sedang hamil muda dan sering mengalami morning sick . Aku tanya dia ngidam apa. Dia bilang dia tidak mau ngidam apapun, karena itu hanya 'ngerjain' suami. Mengidam hanya merepotkan suami. Ketika Tuhan menciptakan dunia ini, seperti Siska dan suaminya memang sudah ditakdi

15> Liburan telah berakhir

Image
Tak berasa, masa cutiku sudah habis. Liburanku telah selesai. Satu setengah minggu berlibur di Lombok dan Bali ternyata masih kurang (dasar aku saja yang malas pulang ^_^). Hari terakhirku di Bali, aku dan temanku menikmati kebersamaan kami dengan jalan-jalan di Ubud Center. Untuk terakhir kalinya. Setelah ini, entah kapan kami bisa ketemu lagi. Dari awal kami ketemu di Ubud Center, bahkan sampai aku akan meninggalkan Ubud, kami masih belum bosan dengan topik pembicaraan mengenai laki-laki. Temanku selalu merasa aku dengan mudahnya memikat pria di sekitarku. Padahal menurutku mungkin saja pria itu terpikat kepada temanku, bukan diriku. Seperti tadi pagi, ada beberapa laki-laki bule berdiri tidak jauh dari kami dan terus melihat ke arah kami. Tiba-tiba temanku bilang begini, "Emang dasar kau ya. Pesonamu selalu bisa memikat laki-laki." Aku lalu tertawa. Mungkin saja sebenarnya laki-laki itu  sedang terpesona melihat temanku. Ada kejadian serupa beberapa hari yang lalu di

14> Damainya Ubud

Image
Sejak buku dan film Eat, Pray, Love dirilis, nama Ubud semakin mendunia. Ubud yang dulunya dikenal sebagai tempat yang tenang dan tidak terlalu banyak turis, sekarang sedikit demi sedikit kesan itu sudah mulai hilang. Memang tidak seramai Kuta, tapi siang hari kemacetan di sekitar Ubud Center sudah menjadi hal biasa. Sebuah galeri lukisan di Ubud Center Ubud adalah tempat berkumpulnya para seniman Bali maupun mancanegara. Jika tertarik akan dunia seni, ingin belajar atau membeli, disinilah tempat yang tepat. Disini kita akan menemukan galeri-galeri seni yang tak terhitung jumlahnya serta museum-museum seni seperti Museum Puri Lukisan atau Museum Rudana. Bagi yang sudah membaca buku Eat, Pray, Love maupun yang sudah menonton filmnya, tentulah nama Ketut Liyer dan Wayan Nuriyasih tidak asing lagi. Kedua orang ini mengobati orang sakit dengan cara alternatif. Mungkin ada yang mau diramal oleh Ketut Liyer? Bagi yang suka suasana alam dan persawahan, di Ubud masih banyak kita t

13> Belanja murah di Pasar Seni Sukawati

Image
Dalam perjalanan menuju Sukawati, ibu-ibu yang duduk di depan kami mengajak ngobrol. "Dari mana?" "Dari Jakarta bu." "Punya keluarga disini?" "Ga punya bu." "Trus ngapain disini?" "Kalau dia kerja disini. Kalau saya lagi liburan disini." "Menikah aja ama orang sini?!" "Waduh bu... takutnya orang sini yang ga mau ama kami." "Kalau memang mau ama orang Bali, pasti nanti bisa ketemu disini. Ada teman kalian dari Jakarta yang menikah ama orang sini." "Siapa namanya bu?" "Happy Salma. Dia sering main sinetron." "Ohhh...." (Padahal ga begitu kenal siapa Happy Salma ini. Maklumlah jarang nonton sinetron ama infoteimen .) Tiba-tiba temanku menyelutuk, "Bu, teman saya ini lagi nyari orang Bali." (Apaaaa? Kapan aku bilang lagi nyari orang Bali?) "Bagus... mudah-mudahan nanti dapat jodoh orang sini ya!" "Oh ya bu, kalau menikah ama orang

12> Kisah polisi ganteng

Image
Senang sekali rasanya, akhirnya ketemu juga dengan sahabatku. Sahabatku ini bernama Jesica, dia adalah kakak kelasku waktu masih kuliah dulu. Bulan lalu dia pindah ke Bali berhubung dia mendapat pekerjaan baru disini. Karena sekarang dia tinggal di Bali, aku pun memutuskan ingin berlibur di pulau dewata ini. Lalu kemudian ada perubahan rencana, aku juga ingin ke Lombok. Tadinya aku berharap kami liburan bersama di Lombok, tapi ternyata dia tidak bisa. Akhirnya, aku pergi sendiri ke Lombok. Tapi sekarang kami sudah ketemu dan aku ingin bersenang-senang bersamanya menikmati Ubud. Di Ubud Center, kami duduk di sebuah cafe . Sepanjang hari, kami ngobrol banyak hal. Kami saling bertukar kabar seolah-olah kami sudah bertahun-tahun tidak ketemu padahal bulan lalu kami terakhir ketemuan. Kami juga sama-sama tertawa mengenai kejadian semalam. Awalnya kupikir dia kesal sekali karena sudah terlalu lama menunggu lalu mematikan handphone nya. Sementara dia juga berusaha meneleponku tapi handpho

11> Sebuah kebaikan yang menyentuh hati

Image
Karena sudah larut malam, host ku, Mba Yuli mengajakku masuk ke rumah. Rumah Mba Yuli terbuat dari tripleks dan memiliki dua ruangan yaitu ruangan depan dan ruangan tidur yang dibatasi oleh sehelai kain. Kondisi rumah Mba Yuli sangat kontras dengan rumah-rumah mewah di sekitarnya. Kira-kira beginilah kondisi rumah mba Yuli (foto: majalahversi.com) Sambil berbaring, Mba Yuli bercerita mengenai kehidupannya. Dia lari dari suaminya. Suaminya berasal dari keluarga kaya. Mertuanya tidak setuju dengan pernikahan mereka karena dia berasal dari keluarga miskin. Dia seringkali mendapat hinaan dari mertuanya, sementara suaminya tidak pernah membelanya. Bagi suaminya, ibunya selalu benar. Karena sudah tidak tahan menghadapi sikap suami dan mertuanya, dia pergi ke Bali, bekerja sebagai buruh bangunan demi bisa menghidupi dirinya dan anak semata wayangnya. Lalu aku tanya apakah anaknya pernah bertanya mengenai ayahnya. Mba Yuli bilang dulu memang sering ditanyain dan biasanya dia selalu me